Dampak Pembakaran Bahan Bakar Mei 24, 2009
Posted by conanmdn in knowledge.add a comment
1. Oksida Karbon (CO2 & CO)
- Gas Karbon dioksida pada konsentrasi tinggi (10%-20%), dapat menyebabkan pingsan.
- Dapat menyebabkan efek rumah kaca (green house effect)
- Gas Karbon monoksida (CO) berkadar 100 bpj di udara dapat menyebabkan sakit kepala, lelah, sesak napas, dan pingsan.Kadar diatas 500 bpj dapat menyebabkan pingsan.
2. Oksida belerang (SO2 dan SO3)
- Oksida belerang sebesar 0,5 ppm dapat merusakkan pepohonan.
- Bersifat sebagai racun dan menyebabkan rasa gatal pada saluran pernapasan.
- Dapat menyebabkan hujan asam akibat terbentuknya asam sulfit dan asam sulfat. Air hujan yang mengandung asam sulfit dan asam sulfat ini dapat merusak benda-benda yang terbuat dari logam maupun benda yang terbuat dari batu, misalnya patung-patung di candi.
3. Oksida Nitrogen
- Menyebabkan gangguan saluran pernapasan dan mata terasa perih.
- Gas NO2 juga merupakan oksid asam sehingga hasil reaksinya dengan air hujan dapat menyebabkan hujan asam.
4. Logam Timbal
- Menyebabkan anemia atau kurang darah
- Dapat menurunkan tingkat kecerdasan anak-anak,menghambat pertumbuhan, dan dapat menimbulkan kelumpuhan.
- Sakit kepala yang dapat menyebabkan kerusakan pada otak.
- Kebutaan atau kematian pada kadar yang tinggi.
5. Partikulat
- partikulat padat & cair ditambah dengan adanya oksida-oksida nitrogen, dan oksida-oksida belerang di udara, akan menimbulkan asap kabut yng dikenal dengan istilah smog yang berasal dari kata smoke (asap) dan fog (kabut).
diambil dari buku “Rumus Lengkap Kimia SMA” karangan Drs. Anwar Santoso
Asam-Basa Mei 21, 2009
Posted by conanmdn in knowledge.add a comment
Asam-Basa
Asam dan Basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan sifat asam Basa, larutan dikelompokkan dalam tiga golongan, yaitu bersifat asam, bersifat basa, dan bersifat netral. Asam dan Basa memiliki sifat-sifat yang berbeda, sehingga dapat kita bisa menentukan sifat suatu larutan. Untuk menentukan suatu larutan bersifat asam atau basa, ada beberapa cara. Yang pertama menggunakan indikator warna, yang akan menunjukkan sifat suatu larutan dengan perubahan warna yang terjadi. Misalnya Lakmus, akan berwarna merah dalam larutan yang bersifat asam dan akan berwarna biru dalam larutan yang bersifat basa. Sifat asam basa suatu larutan juga dapat ditentukan dengan mengukur pH-nya. pHmerupakan suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam memiliki pH kurang dari 7, larutan basa memiliki pH lebih dari 7, sedangkan larutan netral memiliki pH=7. pH suatu larutan dapat ditentukan dengan indikator pH atau dengan pH meter.
Teori Asam-Basa Arrhenius
Sejak berabad-abad yang lalu, pakar kimia mendefinisikan asam dan basa berdasar sifat larutannya. Larutan asam memiliki rasa masam dan bersifat korosif (merusak logam, marmer, dan berbagai bahan lain). sedangkan basa berasa agak pahit dan bersifat kaustik ( licin).
Namun ada beberapa pendapat yang menjelaskan penyebab sifat asam dan basa. Pada tahun 1777, Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) mengemukakan bahwa asam mengandung unsur oksigen. Davy kemudian menyimpulkan bahwa unsur hidrogenlah yang merupakan unsur dasar asam. Kemudian tahun 1814 Joseph Louis Gay-Lussac (1778-1850) menyimpulkan bahwa asam adalah suatu zat yang dapat menetralkan alkali dan kedua golongan senyawa itu hanya dapat didefinisikan dalam kaitan satu dengan yang lain.
Namun konsep/pendapat yang cukup memuaskan, dan dapat diterima hingga saat ini dikemukakan oleh Svante August Arrhenius (1859-1927), yaitu :
- asam
- basa
asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H+. dengan kata lain, pembawa sifat asam adalah ion H+. dan dirumuskan dengan
HxZ(aq)———»xH+(aq) + Zx-(aq)
basa adalah zat yang dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH-)dengan kata lain, pembawa sifat basa adalah (OH-). dan dirumuskan dengan
M(OH)x(aq)———»Mx+(aq) + xOH-(aq)
Mei 21, 2009
Posted by conanmdn in special day.add a comment

Mengapa kenaikannya dirayakan?
- Karena Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi kita
- Dengan begitu Ia menunjukkan diri-Nya sebagai Tuhan
- Ia duduk disebelah kanan Allah untuk menjadi pembela kita